Di Jakarta tidak banyak tempat untuk memfasilitasi permainan Bowling.
Sejauh ini baru terdapat 3 tempat, dan salah satunya adalah Jakarta Bowling
Center. Arena bowling ini dibuka sejak tahun 2005 di Plaza Festival, Kuningan.
Tujuan utama sang pemilik membuka tempat bowling adalah ingin memasyarakatkan
permainan bowling yang dahulu belum familiar bagi warga Jakarta, selain itu
dengan adanya tempat bowling di Jakarta, diharapkan dapat memunculkan
bibit-bibit pemain bowling di Jakarta.
Penentuan Lokasi Jakarta Bowling Center diawali dengan adanya bantuan
dari PEMDA yang bersedia menyediakan lahan untuk dikelola sebagai arena bermain
bowling. Dilain sisi, terlihat pula peluang yang besar dengan membuka tempat
bowling yang besar di daerah Kuningan, dimana menyatu dengan gelanggang
mahasiswa Soemantri Brodjonegoro dan berdekatan dengan perkantoran.
Lokasi memang merupakan salah satu keunggulan dari Jakarta Bowling Center.
Pasalnya, walaupun terdapat beberapa competitor
yang membuka dan menutup tempat bowling-nya, namun dari 9 tahun yang lalu,
Jakarta Bowling Center berhasil bertahan. Bukan hanya bertahan, tetapi Jakarta
Bowling Center dapat berhasil mencapai target customers yang diharapkan. Bapak Gatot, manager dari Jakarta
Bowling Center mengakui bahwa untuk after
office hours, arena bermain yang beroperasi dari pukul 11.00-22.00 ini selalu
dipenuhi oleh pengunjung dan lane
mereka hampir tidak pernah kosong. Namun, yang masih diharapkan adalah
pengunjung pada jam-jam pagi hingga siang hari.
Strategi yang dilakukan pihak management Jakarta Bowling Center selama
ini bermacam-macam untuk mendatangkan pengunjung. Mulai dari awal ketika tahun
pertama hingga ketiga mereka membuka outlet
di Plaza Festival tersebut, mereka melakukan promosi melalui flyer dan juga poster. Namun, setelah tahun ketiga berlalu dan mereka sudah
mendapatkan pengunjung yang cukup banyak, mereka sudah tidak lagi menggunakan
cara tersebut, melainkan berpindah ke media internet, seperti Facebook. Tetapi,
sayangnya media tersebut juga ternyata kurang dipergunakan dengan maksimal oleh
pihak Jakarta Bowling Center. Padahal, menurut pengakuan Bapak Gatot, mereka
masih mencari target customers untuk
kalangan mahasiswa dan juga ibu rumah tangga yang memungkinkan untuk datang
pada office hours, dan dengan bantuan
Facebook yang aktif, dapat membantu mereka menangkap potential costumers di kalangan mahasiswa maupun ibu rumah tangga.
Dalam menjalankan bisnisnya dan untuk mencapai tujuan utama dari
pembukaan Jakarta Bowling Center, beberapa tahun belakangan ini, management memutuskan untuk mengadakan tournament dalam tingkatan nasional. Tournament tersebut diadakan untuk
kalangan pelajar (dari SD hingga kuliah), tentu saja tujuannya untuk
memunculkan bibit-bibit unggul dalam bidang bowling. Dilain sisi, dengan adanya
turnamen ini, yang diadakan di Jakarta Bowling Center, Plaza Festival, secara
tidak langsung meningkatkan awareness
dan knowledge customers terhadap
tempat tesebut.
Seperti halnya bisnis-bisnis lain, Bowling
Alley ini juga tidak lepas dari adanya complain
dari customers yang datang.
“Sepatunya bau trus banyak yang udah rusak, bola sama lane bowling-nya juga udah rusak”, merupakan keluhan dari salah
satu customers yang datang. Bapak
Gatot pun juga merasa mendapatkan keluhan yang sama dari beberapa customers
yang datang. Oleh sebab itu, pihak management dari Jakarta Bowling Center,
baru-baru ini mengadakan pembaharuan sepatu dan juga bola bowling sehingga
dapat meningkatkan customers value
untuk customers.
Untuk dapat bermain di Jakarta Bowling Center biaya yang dikeluarkan
cukup terjangkau. Kita hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 250,000/jam-nya
untuk satu lane dan mendapat pinjaman bola bowling dan kaos kaki gratis. Dan
untuk mahasiswa/pelajar diberikan harga khusus, untuk permainan setiap hari Senin,
pelajar bisa membayar sebesar Rp 10,000/game. Namun, biaya tersebut masih
diluar peminjaman sepatu, untuk dapat meminjam sepatu bowling, kita harus
menambah biaya Rp 10,000.
![]() |
with manager Jakarta Bowling Center : Bapak Gatot |
No comments:
Post a Comment